Anak Milenial Dominasi Investor Saham di Bengkulu

Liputan Swaraunib – Bengkulu, Jika berbicara saham atau pasar modal, mungkin anak muda akan mengerenyitkan kening, karena selama ini saham selalu digambarkan sebagai suatu yang wah, identik dengan orang berkantong tebal, dan pastinya hitung-hitungan yang membuat pusing kepala.

Namun tidak di Provinsi bengkulu, menurut Bayu Saputra selaku Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu, menjelaskan bahwa kaum millenial Bengkulu terutama dari kalangan mahasiswa lebih banyak memilih menjadi investor.

Minat kaum Milenial Bengkulu terhadap saham tidak terlepas dari edukasi yang diberikan terhadap kaum muda ini terkait dengan peluang yang ada di pasar modal. Juga tidak terlepas dengan giatnya kerjasama dengan beberapa Universitas yang ada di Provinsi Bengkulu dengan membentuk Galeri Investasi. Diantaranya GI BEI FE UNIB, GIS BEI FEBI IAIN, GI BEI Unived, GI BEI Unihaz, GIS BEI FS IAIN Curup dan GI BEI FE UMB.

Dalam rinciannya Bayu Saputra menyatakan bahwa jumlah investor di Provinsi Bengkulu berdasarkan usianya, paling tinggi ada pada usia 18-25 tahun dengan jumlah 1.638 orang. Usia 26-30 tahun jumlahnya 595 orang, usia 31-40 tahun jumahnya 754 orang, dan di usia 41-100 tahun jumlahnya 560 orang.

“Jika kita melihat dari data tersebut usia 18-25 adalah dari kalangan millenial atau mahasiswa dan swasta. Untuk latar belakang investor di Bengkulu mahasiswa persentase 42,2%, sedangkan pegawai swasta 20,8% disusul ASN 18,6%, pengusaha 6,6%, ibu rumah tangga 0,8%, TNI/Porli 0,3%, pensiunan 0,4%, guru 2,2% dan lain-lain 8,1%,” Ujar Bayu.

Sementaritu untuk pasar modal di Benguku mengalami peningkatan dari tahun 2017 dibandingkan 2018. Dimana saat ini tercatat ada sekitar 3.000 orang yang berpotensi untuk menjadi investor.

“Pada tahun 2017 investor login ada 350 orang. Sedangkan pada tahun 2018 ada 631 orang. Sedangkan investor aktif transaksi pada tahun 2017 sebanyak 232 orang sedangkan 2018 sebanyak 276 orang,” terangnya.

“Sekarang jumlah investor di Bengkulu ada sebanyak 3.500 investor. Jika nanti kita mampu mengoptimalkan 3.000 orang saja maka kita akan bisa mencapai angka investor paling tidak di angka 6.000 investor,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *