Andy F. Noya Jadi Host Temu Responden Bank Indonesia

Liputan Swaraunib – Bengkulu. Selasa 04 Desember 2018, Bank Indonesia Provinsi Bengkulu adakan kegiatan temu Responden 2018, inspiring UMKM. Acara temu responden ini dilakukan di ballroom Hotel Garage dan dibuka langsung oleh Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Marsyah.

Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Marsyah dalam kata sambutannya, sangat mengapresiasi para pengusaha lokal provinsi Bengkulu. dan beliau berjanji untuk terus mendorong dan membantu para opengusaha lokal Bengkulu.

“Saat ini ada dua komuditas utama Bengkulu, yaitu Kopi Bengkulu dan Jeruk Kalamansi dan pemerintah Provinsi akan mempatenkan keduanya sebagai hak kekayaan lokal provinsi Bengkulu” ujar Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.Pihak pemerintah Bengkulu nantinya melakukan eksport produk Kopi Bengkulu hingga kanca internasional.

Sambutan Kepala Kantor Bank Indonesia Bengkulu Endang Kurnia Saputra

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra dalam sambutannya mengharapkan usaha Jeruk Kalamansi sebagai bisnis yang nantinya dapat mengembangkan perekonomian dearah Provinsi Bengkulu dan diharapkan juga membuka peluang kerja.

“Ada beberapa bisnis lokal yang menjadi perhatian Bank Indonesia,diantaranya seperti perkebunan dan pengolahan Kopi, Kain, Karet dan Kelapa Sawit yang menjadi prioritas bagi Bank Indonesia untuk dijadikan mitra berusaha.” Ujar Andang.

Hal spelsial kegiatan Temu Responden Bank Indonesia Bengkulu kali ini adalah, kegiatan tersebut dipandu langsung oleh pembawa acara terkenal Andy F.Noya.

Peserta Temu Responden bank Indonesia 2018 yang dipandu Presenter Andy F Noya

Dialog pertama diawali oleh Andy F. Noya dengan mengundang ibu Armi pengusaha lokal jeruk kalamansi asal provinsi Bengkulu. Penjualan produk jeruk Kalamansi dalam sebulannya bisa mencapai 800 liter lebih Sirup dan minuman Ready To Drink jeruk Kalamansi. Penjualan produk jeruk Kalamansi sudah menjangkau seluruh pulau sumatera, jawa dan bali.

“Usaha Jeruk kalamansi ini saya lakukan untuk tambahan pemasukan keluarga, diawali dengan peternakan puyuh, pembesaran ikan lele, dan akhirnya jeruk kalamansi. Perjuangannya benar-benar dimulai dari nol hingga berkembang hingga saat ini” ujar, ibu Armi.

Ibu Emi Yanti juga menjadi salah satu pengusaha jeruk Kalamansi provinsi Bengkulu yang didapuk untuk memberikan testimoni perjuangan usahanya oleh Andy F. Noya. Selain menceritakan perjuangannya memulai dan memasarkan jeruk kalamansi, Ibu emi yanti meminta bantuan yang sangat berguna berupa alat pengolahan limbah kulit jeruk kalamansi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *