Mendes PDTT Hadiri Dialog Nasional di Kabupaten Rejang Lebong

Liputan Swaraunib – Curup, Kamis (15/11) bertempat di Gedung Olahraga Curup, Kabupaten Rejang Lebong diselenggarakan dialog nasional ke-32 Indonesia Maju. Dialog Nasional ini dihadiri langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo, BSEE., M.BA yang didampingi oleh Bupati Rejang Lebong DR. H Ahmad Hijazi, serta Kepala Layanan Lembaga Tinggi Wilayah II, Prof. DR. Slamet Widodo., M.S.,MM.

Dalam kata sambutannya, Bupati Rejang Lebong menyoroti tingkat kemiskinan Provinsi Bengkulu yang berada pada peringkat ke-9 dari 10 Provinsi yang ada di Sumatera. “Saya berharap, dengan hadirnya Bapak Menteri, bisa memberikan masukan-masukan, inovasi-inovasi, dan langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah kabupaten, terutama perangkat desa berkaitan dengan pemanfaatan dana desa,” harap Bupati Rejang Lebong.

Acara dialog nasional di Kabupaten Rejang Lebong ini diikuti oleh ribuan peserta, terlihat dari penuhnya GOR curup oleh masyarakat, terdiri dari Forkopimda Kabupaten Rejang Lebong, Akademisi, Kepala Desa, Mahasiswa dan lapisan masyarakat lainnya. Dengan antusias mendengar paparan dari Menteri Desa.

“Rejang Lebong kaya, Rejang Lebong memiliki banyak sumber daya, namun belum dikelola secara profesional dan maksimal. Dengan kekayaan alam yang dimiliki, kami optimis rejang lebong dapat menjadi daerah maju dan memiliki pendapatan desa yang besar. Maka dalam kesempatan ini, saya mohon bantuan pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan Rejang Lebong.” Ujar Hijazi.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo, BSEE., M.BA dalam paparannya menyampaikan “Kabupaten Rejang Lebong bisa  dan sangat bisa untuk menjadi daerah maju dan makmur. Namun kita harus kompak, semua unsur harus kompak bahu membahu membangun daerah. Jangan sampai terpecah belah, cukuplah 350 tahun Indonesia di jajah oleh negara yang lebih kecil dari Indonesia. Kita harus mempertahankan persatuan dan kesatuan dengan tidak menyebarkan berita hoax, ujaran kebencian, ajaran kebencian dan berita bohong.”

Dalam kesempatan tersebut Menteri Eko memaparkan beberapa capaian pemerintah Indonesia yang secara perlahan menjadi kekuatan ekonomi di dunia.  Salah satunya adalah melalui program dana desa yang saat ini sudah diakui oleh banyak negara di dunia sebagai model pembangunan desa yang langsung menyasar ke masyarakat dan desa langsung dapat mengolah dana desa untuk kepentingan masing-masing desa berdasarkan kesepakan perangkat desa dengan melihat sumber daya desa.

Realisasi anggaran dana desa sebesar Rp 127,2 triliun dalam periode 2015-2017 telah dimanfaatkan. Antara lain untuk pembangunan sekitar 124 ribu kilometer jalan desa, 791 kilometer jembatan, akses air bersih 38,3 ribu unit, dan sekitar 3 ribu unit tambatan perahu. Selain itu juga pembangunan 18,2 ribu unit PAUD, 5,4 ribu unit Polindes, 6,6 ribu unit pasar desa, 28,8 ribu unit irigasi, 11,6 ribu unit Posyandu, dan sekitar 2 ribu unit embung.

“Dan ini menjadi suatu capaian yang cukup mencengangkan sekaligus menggembirakan bagi pembangunan Indonseia .” Ujar Menteri Eko. Pemerintah merencanakan alokasi dana desa dalam RAPBN tahun 2019 sebesar Rp 832,3 triliun. Jumlah itu meningkat 9 persen dari tahun sebelumnya, atau meningkat 45,1 persen dari realisasinya di tahun 2014 sebesar Rp 573,7 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *